Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail

SEJARAH

Thursday, July 02, 2009 Diposkan oleh D.Z. SANDYARTO Bejo


CIKAL BAKAL BP?


Sebenarnya mulai sejak diresmikan, Slank Fans Club Malang (SFCM) sudah memiliki “Penjaga Slank”, setiap Slank beraktifitas di Malang. Tanpa nama, tanpa atribut.

Pada awalnya hanya sebagai “penerima tamu” saat Slank memasuki tempat menginap (hotel) mereka.


Tapi selanjutnya, "seremoni selamat datang" di kota Malang itu berkembang sesuai dengan kebutuhan. Apabila dirasa memang perlu, mereka akan “melayani” Slank, 24 jam, apapun kebutuhannya. Entah sekedar mencari makanan kecil, obat sakit kepala atau gigi, bahkan menemani personil saat keluar hotel. Tentunya semua setelah konfirmasi dengan Slank.

Pernah terjadi, seorang anggota terbaik produk dari Orta, menjaga hotel. Lupa, ia bukan asli Malang, belum lama di Malang. Terjadilah yang harus terjadi! Lucu juga! Jadi, salah satu syarat utama, mereka yang stanby di hotel harus mengerti seluk-beluk Malang.

Dalam perkembangannya, beberapa kali juga, kami bertugas di luar kota, antara lain di Surabaya sekitar tahun 1998. Saat itu, seragam yang kami gunakan bertitel “Potlot 14”.

Perlu diketahui, saat itu tak ada jumlah fee yang disepakati. Pada dasarnya "militan", kami berkerja ikhlas, tanpa bayaran (walau akhirnya diberikan pesangon). Yang jadi keyakinan, "pengabdian" adalah nomor satu.

…………………………………………………………

BP JATIM

Kurang dari satu minggu sebelum Slank konser di Surabaya pada Desember 2004, Bunda memberikan tugas pada Bejo untuk membuat dan menyusun konsep tentang BP, khususnya BP Jatim.

Lembur, siang malam, berlomba dengan waktu, akhirnya selesai juga Konsep BP Jatim. Mulai dari latar belakang, nama dan alamat sekretariat, logo dan moto, struktur, syarat, bidang, sistem dan program kerja, hingga prosedur untuk mengkontrak BP Jatim.

Setelah sebelumnya diumumkan kepada SFC se-Jatim yang berminat mengajukan anggotanya menjadi BP Jatim, maka langkah selanjutnya yang merupakan program awal adalah mengadakan musyawarah sekaligus pemilihan anggota dan sosialisasi BP Jatim. Kebetulan program itu berlangsung malam hari pada tanggal 26 Desember 2004, di Wisma Persebaya, Surabaya.

Tepat 27 Desember 2004, siang hari, beberapa jam sebelum konser, di sela soundcheck, akhirnya sertifikat BP Jatim ditandatangani. Sertifikat itu ditandatangani lengkap oleh personil dan manager Slank. BP Jatim diresmikan, BP Jatim resmi berdiri. Anggota awal kami 20 orang yang berasal dari SFC Malang, Sidoarjo, Surabaya dan Blitar.

Malam hari langsung menjadi tugas pertama BP Jatim, dalam konser "21 tahun Slank". Jadi tidaklah heran, saat itu belum ada seragam seperti sekarang. Seragam yang kami gunakan pun hanya kaos bertitel “Ultah Slank 21st”.


Tugas pertama itu terasa cukup berat, maklum pertama kali bertemu muka, kenal dan berkoordinasi dengan anggota BP dari berbagai SFC. Apalagi eventnya cukup besar. Belum lagi, kami diberi tanggung jawab bukan hanya di barikade tapi juga "sortir" di 2 pintu masuk besar dan bertanggung jawab mengembalikan seluruh "barang-barang" penonton yang terkena sortir dengan tanpa kerusuhan.


Lumayan berat! Lumayan capek! Lumayan asik! Pengalaman berharga!

Suatu waktu saat konser di Malang, BP Jatim akhirnya memiliki seragam.

Kami bertugas hampir di seluruh Jawa Timur, rata-rata merupakan kota yang relatif besar dan memenuhi kelayakan infrastruktur untuk suatu konser. Mulai dari Trenggalek, Blitar, Kediri, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo dan Jember.

Dalam perkembangannya, tak dapat dipungkiri, di salah satu pihak pengabdian dan profesionalitas tetap kami nomor satukan, tetapi di pihak lain semua itu membutuhkan biaya. Pada awalnya tak terasa, tapi lama-kelamaan itu menjadi beban.

Standarisasi fee, tak kami ketahui. Belum lagi bahwa ternyata ID/identitas kami masih sering dipertanyakan oleh panitia. Sudah jauh, letih, lapar, haus dan "pas-pas"-an, masih juga tak di akui. Sudah jauh, letih, lapar, haus dan "pas-pas"-an, masih juga feenya di "kebiri".

Mental anggota merosot. Satu-dua orang anggota BP akhirnya dengan alasan kesibukan menghindari bertugas atau bahkan terang-terangan menyatakan mengundurkan diri. Gali lobang tutup lobang, mencari pengganti walau akhirnya kembali mencari karena ada yang mengundurkan diri kembali.

Suatu saat di bulan puasa, diadakan rembug se-Jawa di Jakarta. Salah satu point yang di bahas adalah tentang BP. Tetapi sayang, mungkin karena waktu yang terbatas, sampai akhir acara, sampai kembali ke Malang, tak ada hasil kesepakatan.

Suatu saat, entah kapan, berita adanya seragam baru kami terima. Sistem pembayaran dan biaya seragam menambah beban, sementara persyaratan BP pun bukan hasil suara kami. Kami harus menerima!

BP Jatim sudah memberikan evaluasi yang berisi pandangan dan pertimbangan tentang keadaan tersebut. Tetapi, tidak ada tanggapan. BP Jatim akhirnya dalam status "quo"! Dibubarkan tidak, eksis pun tidak! Tapi kami sepakat tetap masih ada, kapan dan dimana pun kami masih siap bertugas, masih tetap bertahan walau dengan seragam lama, selalu bergantian sesuai kebutuhan.

Berlatarbelakang hal sebelumnya, kira-kira pada tahun 2008, BP Jatim dipecah per-SFC. Akhirnya, satu demi satu SFC di Jawa Timur, dengan pertimbangan masing-masing, menggunakan seragam baru.

…………………………………………………………

BP MALANG

BP Malang sendiri sebenarnya masih terus mempertahankan pendiriannya pada "seragam lama". Tetapi, dengan pertimbangan moral dan tanggung jawab atas anggota dan nama SFC, maka dilakukan beberapa musyawarah panjang.







Pada 14 Desember 2008, dalam sebuah rembug yang memakan waktu cukup panjang, mulai jam 10 pagi hingga 5 sore, beberapa komitmen bersama disepakati, yaitu:
  • BP Malang siap kembali bertugas
  • BP Malang siap menggunakan seragam baru
  • BP Malang memiliki 30 anggota dan terdapat BP wanita
  • Anggota BP Malang berhak membawa pulang dan wajib merawat seragam
  • Seragam hanya digunakan di Malang pada konser atau event sesuai kesepakatan bersama
  • Bagi anggota BP Malang yang melanggar atau melakukan hal yang merugikan, maka seragam akan ditarik (cicilan hangus) dan SFC berhak me-"lelang" seragam tersebut untuk anggota pengganti dengan melalui proses
  • Bagi anggota BP Malang yang mengundurkan diri, akan diberikan fee pengganti sebesar yang telah di berikan
  • Fee event tanggal 27 Desember 2008 merupakan milik bersama dan dijadikan cicilan pertama ke Pubi

Laporan "kesepakatan" tersebut juga disebarkan kepada beberapa SFC se-Jatim, sekaligus kepada SFC Pusat.

Pada waktu yang hampir bersamaan, 27 Desember 2009, siang sekitar jam 11:30 hingga 13:00 WIB, Slank mampir ke Sekretariat. Undangan tersebut atas nama Keluarga dari Bejo dan Shasa, kedua anggota tersebut telah menikah pada 25 Desember 2008. BP Malang bertugas mengamankan kedatangan Slank tersebut.





Malam harinya, secara formalitas, setelah melalui panjang tersebut sebelumnya, akhirnya secara resmi BP Malang kembali bertugas di Konser Slank pada 27 Desember 2008, dalam event “Rock Orchestra”.






Beside that, we are back on duty...
Thank's GOD, hope this new spirit still on fire...
Reaksi: 
You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to "SEJARAH"

Search:

------------------------------------------------------------------

Slank Fans Club Malang (SFCM)

Slank Fans Club Malang (SFCM)

--- Berdiri: 9 NOPEMBER 1997 ---

------------------------------------------------------------------