Produksi (Airbrush)
Saturday, August 01, 2009
0 Responses
PROSES PRODUKSI
Saat ini produksi di Slank Fans Club Malang (SFCM) lebih banyak menggunakan sistem airbrush. Mulai dari kaos, tas karung, bendera dan korek api. Pada dasarnya yang perlu menjadi perhatian pada proses produksi dengan sistem ini adalah:
Pembuatan Media
(tas karung, bendera dan korek api)
Untuk kaos, bahannya sudah jadi (bisanya beli jadi) dengan berbagai ukuran (s, m, l, xl, xxl).
Proses pembuatan bahan bendera juga relatif mudah, hanya melewati proses pemotongan bahan dan penjahitan yang disesuaikan dengan ukuran pemesanan.
Korek api juga, lebih pada membuat batas bidang yang akan digambar (airbrush). Cara mudahnya menggunakan isolasi.
Khusus untuk tas karung, media yang harus disiapkan lebih rumit. Mulai proses pembersihan media karung, pemotongan hingga proses penjahitan sesuai model.
Yang perlu dihindari adalah terjadinya salah potong, tentunya hasil tidak akan maksimal karena sisa yang tak terpakai. Begitu pula dalam proses menjahit, walau sudah menggunakan mesin, lipatan-lipatan dan sambungan yang tebal membuat proses ini membutuhkan perhatian lebih. Biasanya digunakan jarum berukuran besar (18 atau 21).
Pembuatan "MAL"

Mal, merupakan hal utama dalam proses airbrush. Baik buruknya hasil sangat ditentukan oleh pembuatan mal.
Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama, butuh kesabaran dan ke-"telaten"-an.
Misalnya, untuk membuat mal 15 cover album slank berukuran A4, dibutuhkan waktu 3 bulan.
Bahan mal dapat dibuat dari kertas atau plastik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Alat potong (cutter), posisi dan alas memotong juga sangat mempengaruhi kualitas mal.
Penggambaran

Proses airbrush melalui beberapa tingkatan, yaitu; warna dasar, gambar utama dan finishing.
Biasanya warna dasar yang digunakan adalah putih. Gambar utama sendiri, biasanya juga melalui beberapa tingkatan. Kita harus bisa menentukan mana yang sebaiknya didahulukan untuk digarap dan mana yang sebaiknya akan digarap kemudian.
Pada proses ini, ternyata nilai "seni" tidak menjadi syarat mutlak bahwa seseorang dapat atau tidak melakukan airbrush, semua itu dapat dipelajari.
Hanya saja bahwa pengetahuan dan penguasaan suatu nilai "seni" membuat hasil menjadi lebih hidup.
Dalam kesempatan lain akan dijelaskan tentang dasar-dasar airbrush...
Saat ini produksi di Slank Fans Club Malang (SFCM) lebih banyak menggunakan sistem airbrush. Mulai dari kaos, tas karung, bendera dan korek api. Pada dasarnya yang perlu menjadi perhatian pada proses produksi dengan sistem ini adalah:
Pembuatan Media
(tas karung, bendera dan korek api)
Untuk kaos, bahannya sudah jadi (bisanya beli jadi) dengan berbagai ukuran (s, m, l, xl, xxl).Proses pembuatan bahan bendera juga relatif mudah, hanya melewati proses pemotongan bahan dan penjahitan yang disesuaikan dengan ukuran pemesanan.
Korek api juga, lebih pada membuat batas bidang yang akan digambar (airbrush). Cara mudahnya menggunakan isolasi.
Khusus untuk tas karung, media yang harus disiapkan lebih rumit. Mulai proses pembersihan media karung, pemotongan hingga proses penjahitan sesuai model.
Yang perlu dihindari adalah terjadinya salah potong, tentunya hasil tidak akan maksimal karena sisa yang tak terpakai. Begitu pula dalam proses menjahit, walau sudah menggunakan mesin, lipatan-lipatan dan sambungan yang tebal membuat proses ini membutuhkan perhatian lebih. Biasanya digunakan jarum berukuran besar (18 atau 21).
Pembuatan "MAL"

Mal, merupakan hal utama dalam proses airbrush. Baik buruknya hasil sangat ditentukan oleh pembuatan mal.Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama, butuh kesabaran dan ke-"telaten"-an.
Misalnya, untuk membuat mal 15 cover album slank berukuran A4, dibutuhkan waktu 3 bulan.
Bahan mal dapat dibuat dari kertas atau plastik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Alat potong (cutter), posisi dan alas memotong juga sangat mempengaruhi kualitas mal.
Penggambaran

Proses airbrush melalui beberapa tingkatan, yaitu; warna dasar, gambar utama dan finishing.Biasanya warna dasar yang digunakan adalah putih. Gambar utama sendiri, biasanya juga melalui beberapa tingkatan. Kita harus bisa menentukan mana yang sebaiknya didahulukan untuk digarap dan mana yang sebaiknya akan digarap kemudian.
Pada proses ini, ternyata nilai "seni" tidak menjadi syarat mutlak bahwa seseorang dapat atau tidak melakukan airbrush, semua itu dapat dipelajari.Hanya saja bahwa pengetahuan dan penguasaan suatu nilai "seni" membuat hasil menjadi lebih hidup.
Dalam kesempatan lain akan dijelaskan tentang dasar-dasar airbrush...
Read more...
Kegiatan
|






21 Juli 2009 siang, setelah hampir 2 bulan bekerja di Semarang, tiba-tiba saja dia datang. Tak terlalu lama, sebentar saja, lalu terdengar sebuah kalimat terucap darinya, "Aku kembali!". Ya, Hamzah kembali ke Malang, "HAMZAH RETURN!".
"Ada rasa grogi bercampur gembira saat itu. Ini tugas pertama saya sebagai BP hotel, sebelumnya saya sudah pernah bertugas namun menjadi BP venue", ungkap Ojeb di venue. Sebuah cerita, sebuah pengalaman yang sayang bila tak dibagi...
EKO, lelaki bujangan berperawakan sedikit lebih besar dibanding anggota SFCM yang lain, setiap hari beraktifitas dari pagi buta hingga sore menjelang, sebelum subuh terdengar hingga saat adzan magrib datang.
"Hidup adalah pilihan", itu kata pembuka Bejo tentang narkoba pada sebuah seminar yang diadakan GERMAN, salah satu UKM UM (IKIP) Malang. Seminar nasional tanggal 27 Juni 2009 itu untuk memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional).
"Lilis, seorang anggota SFCM yang sangat beruntung dibanding yang lain. Bagaimana tidak, sudah dua kali Kaka memintanya naik ke atas panggung, berjoget dan bernyanyi tepat disamping Slank.
Puji, lelaki lajang asli kelahiran Tumpang, Malang. Ia tak asing lagi dengan Bromo dan Semeru, semua sudah ia jelajahi. Tak salah bila anda yang ingin mencicipi dua gunung terkenal itu, dapat menghubungi dirinya.






