Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
"Ada rasa grogi bercampur gembira saat itu. Ini tugas pertama saya sebagai BP hotel, sebelumnya saya sudah pernah bertugas namun menjadi BP venue", ungkap Ojeb di venue. Sebuah cerita, sebuah pengalaman yang sayang bila tak dibagi...
Aku memulai usaha pekerjaanku ini berawal dari sebuah kerinduan. Memang pada awalnya aku sangat ragu kerena setiap hari di cekoki dengan kata-kata kamu tidak bisa melakukan pekerjaan ini, aku sangat malu dan selalu diremehkan.
21 Juli 2009 siang, setelah hampir 2 bulan bekerja di Semarang, tiba-tiba saja dia datang. Tak terlalu lama, sebentar saja, lalu terdengar sebuah kalimat terucap darinya, "Aku kembali!". Ya, Hamzah kembali ke Malang, "HAMZAH RETURN!".
"Aku ingin menggimbal Kaka Slank seperti dulu lagi," kata Samsul, anggota Slank Fans Club Malang (SFCM) yang gimbal ini, mengungkapkan sebuah harapan besarnya.
"Hidup adalah pilihan", itu kata pembuka Bejo tentang narkoba pada sebuah seminar yang diadakan GERMAN, salah satu UKM UM (IKIP) Malang. Seminar nasional tanggal 27 Juni 2009 itu untuk memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional).
EKO, lelaki bujangan berperawakan sedikit lebih besar dibanding anggota SFCM yang lain, setiap hari beraktifitas dari pagi buta hingga sore menjelang, sebelum subuh terdengar hingga saat adzan magrib datang.
Lilis, seorang anggota SFCM yang sangat beruntung dibanding yang lain. Bagaimana tidak, sudah dua kali Kaka memintanya naik ke atas panggung untuk berjoget dan bernyanyi tepat di samping Slank.
Puji, lelaki lajang asli kelahiran Tumpang, Malang. Ia tak asing lagi dengan Bromo dan Semeru, semua sudah ia jelajahi. Tak salah bila anda yang ingin mencicipi dua gunung terkenal itu, dapat menghubungi dirinya.

Happy b'day!

Selain Ridho Slank pada tanggal 3 September, ada beberapa anggota Slank Fans Club Malang (SFCM) yang juga beruntung merayakan B'day-nya pada bulan September ini, yaitu Handoyo (12), Dimas (12) dan Punk_at (29).

Bismillahhirrohmannirrohim...

17 Agustus 2009, dengan ini dinyatakan bahwa BLOG ini adalah website RESMI dari Slank Fans Club Malang (SFCM). Bersama ini pula dinyatakan bahwa kami RESMI MENGUDARA! MERDEKA!

Minal aidzin wal faidzin...

Atas nama Slank Fans Club Malang (SFCM), kami menghaturkan "Minal aidin wal faidzin...mohon maaf lahir dan batin" yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya, atas salah kata, ucap dan sikap yang telah dilakukan.

RETURN!

HAMZAH
21 Juli 2009 siang, setelah hampir 2 bulan bekerja di Semarang, tiba-tiba saja dia datang. Tak terlalu lama, sebentar saja, lalu terdengar sebuah kalimat terucap darinya, "Aku kembali!". Ya, Hamzah kembali ke Malang, "HAMZAH RETURN!".

25 Tahun...

OJEB
"Ada rasa grogi bercampur gembira saat itu. Ini tugas pertama saya sebagai BP hotel, sebelumnya saya sudah pernah bertugas namun menjadi BP venue", ungkap Ojeb di venue. Sebuah cerita, sebuah pengalaman yang sayang bila tak dibagi...

My everyday...

EKO
EKO, lelaki bujangan berperawakan sedikit lebih besar dibanding anggota SFCM yang lain, setiap hari beraktifitas dari pagi buta hingga sore menjelang, sebelum subuh terdengar hingga saat adzan magrib datang.

My enemy?

BEJO
"Hidup adalah pilihan", itu kata pembuka Bejo tentang narkoba pada sebuah seminar yang diadakan GERMAN, salah satu UKM UM (IKIP) Malang. Seminar nasional tanggal 27 Juni 2009 itu untuk memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional).

2 kali naik

LILIS
"Lilis, seorang anggota SFCM yang sangat beruntung dibanding yang lain. Bagaimana tidak, sudah dua kali Kaka memintanya naik ke atas panggung, berjoget dan bernyanyi tepat disamping Slank.

Semeru

PUJI
Puji, lelaki lajang asli kelahiran Tumpang, Malang. Ia tak asing lagi dengan Bromo dan Semeru, semua sudah ia jelajahi. Tak salah bila anda yang ingin mencicipi dua gunung terkenal itu, dapat menghubungi dirinya.

KONSEPSI - KONSEPTUAL

Wednesday, July 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 0 Responses


MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud:
Mewadahi dan mengorganisir siapa saja yang mencintai dan mengerti akan arti keberadaan Slank dan Slank Fans Club Malang.

Tujuan:
  • Sebagai wadah ber-kreatifitas
  • Sebagai wadah pembelajaran organisasi
  • Meningkatkan SDM anggota
  • Membentuk generasi muda yang mandiri
  • Menyukseskan konser Slank secara terorganisir
.........................................................................................................................................

SEKRETARIAT

Slank Fans Club Malang (SFCM)
Jl. Ranakah 12-14, Badut Permai - Tidar
Malang – Jawa Timur 65146
(0341) 583 943

.........................................................................................................................................

LAMBANG/LOGO/STAMPEL dan KTA












.........................................................................................................................................


KEANGGOTAAN
Bagi yang ingin menjadi anggota SFC Malang dapat mendaftar ke Sekretariat atau perwakilan SFCM. Dengan syarat pendaftaran:
  • Mengisi blanko/formulir pendaftaran
  • Biaya administrasi sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah)
  • Menyerahkan fotocopy identitas (KTP/SIM) serta foto 2x3 (dapat berupa file jpg).
.........................................................................................................................................

KTA









  • Historis KTA

Pada awal diresmikan, anggota SFCM hanya 70 orang. KTA-nya pun hitam putih, maklum hanya dengan printer sederhana. Tanpa filosofi, tanpa foto dan dua sisi kertas bolak-baliknya direkatkan dengan lem sederhana.






Tapi itu tak bertahan lama, dalam 3 bulan, dengan modal patungan, SFCM bisa dapat printer warna, otomatis KTA berubah menjadi berwarna. Walau juga telah dilengkapi nomor anggota dan foto, dua sisi bolak-baliknya masih direkatkan dengan lem kertas, KTA pun masih tanpa filosofi .





Sekitar tahun 2000, format KTA berubah berwarna dengan sistem sablon. Meski demikian, kualitasnya masih sederhana. Akibatnya, apabila tinta habis dan harus membuat campuran tinta baru, sudah bisa dipastikan hasil cetaknya akan berbeda dengan yang sebelumnya.

Telah dilengkapi nomor anggota dan foto. KTA kami akhirnya memiliki "filosofi", bukan hanya sekedar gambar dan tulisan yang tanpa makna.


Awal tahun 2005, format KTA kertas berubah ke ID Card, berbahan mika (pvc), hingga sekarang.







  • FILOSOFI KTA (sejak 1998)














a.Tulisan:

Slank Fans Club

Sebagai wadah bagi anggota.

Arek-Arek Malang
KTA yang di keluarkan dan berlaku untuk wilayah Malang Raya.

Anti Anjing
Kami tidak menyukai dan bukan termasuk orang yang pada awalnya bersikap "pura-pura baik" tapi akhirnya diam-diam “menikam dari belakang”.

Anti Benalu
Kami tidak menyukai dan bukan termasuk orang yang hanya menjadi “benalu” atau parasit, menghisap, menggerogoti dan memanfaatkan orang lain secara negatif dan kemudian meninggalkannya sekarat atau bahkan "mati".

Moto
Semua menginginkan perbaikan, begitupun kami. Tapi kalau harus menggunakan kekerasan, jangan ajak kami. PISS! Semua persoalan dibicarakan dengan musyawarah dan kekeluargaan. Tapi, bukan berarti PISS itu tidak ada batasnya.


b.Warna:

Didominasi oleh warna biru.
Selain melambangkan “Generasi Biru” juga menjadi warna dasar Arema (Arek Malang) dan mewakili lambang "kebijaksanaan".

Hijau, kuning dan merah dengan batas yang naik turun.
Apapun latar belakang yang mendaftar sebagai anggota tidaklah dipersoalkan, bukan menjadi pertimbangan utama apakah diterima atau tidaknya ia sebagai anggota. Di kehidupan yang selalu "naik-turun", selagi ada sebuah wadah yang dapat digunakan sebagai kesempatan maju bersama, tidaklah tertutup perubahan untuk menjadi lebih baik.


c.Gambar:

Slank kupu-kupu
Dengan dasar kecil dan bagian atas yang besar, terbang kearah matahari. Berdasar pada setiap keindahan dan kehalusan budi pekerti, mencoba untuk membuka pikiran yang sempit menjadi lebih terbuka.

Matahari PISS dengan 8 lidah
Tetap semangat dengan dasar reformasi (album 8 Slank).

.........................................................................................................................................

PROGRAM KERJA

•Program umum I: Penggalangan Anggota (1997)
Penjualan dan konsentrasi lebih di alun-alun kota Malang. Sambil berjualan kami mencari anggota. Setelah diresmikan, dalam waktu kurang dari 5 bulan, anggota menjadi 300 orang.

•Program umum II: Pembagian Daerah (1998)
Pada tahun 1998, melihat alun-alun yang sudah tidak memungkinkan, apalagi sering dikejar-kejar Satpol PP soal kaki-lima, kita kembali ke sekretariat.

Dengan keadaan sekretariat yang pada akhirnya juga tidak memungkinkan (sempit) untuk mewadahi sekian banyak anggota, kemudian anggota di bagi per-wilayah. Munculah nama Pos Cabang (PC), yang minimal memiliki ketua dan bendahara.

Pada tahun 1998, PC yang ada di Malang Raya berjumlah 17. Saat itu, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan Blitar juga termasuk dalam salah satu PC, walau akhirnya diresmikan untuk berdiri sendiri.

SFCM pindah alamat sekretariat ke Jl. Ranakah 12-14.

•Program umum III: Produksi dan Penjualan (1999)
Uang kas mulai berjalan, hanya Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per bulan. Per bulan setiap PC hanya menyetor ke SFCM sebesar Rp. 500,- , sisanya adalah untuk operasional PC sendiri. Dengan demikian SFCM memiliki dana, PC juga.

Dana PC selain untuk operasional sehari-hari, adalah untuk produksi PC. Dan, apabila belum cukup, SFCM akan memberikan pinjaman dana yang harus dikembalikan untuk produksi SFCM sendiri dan PC lain.

•Program umum IV: Reformasi (2000)
Akhir tahun 2000 anggota SFCM telah mencapai 1.000 (seribu) orang, melihat perkembangan yang ada, diambil keputusan "Reformasi Total" dengan sebab, yaitu:
  • Kerja SFCM mulai tidak optimal
  • Kerja PC mengalami kemunduran
  • Besarnya jumlah anggota tetapi yang aktif hanya sebagian kecil
  • Uang Kas macet

Cara yang dilakukan:
  • Pembekuan PC dan uang kas (hingga sekarang)
  • Daftar Ulang
  • Orientasi Anggota per tahun
  • Pergantian Pengurus
  • KTA baru, sistem sablon-full collor-bolak-balik (konsep sampai saat ini)

•Program umum V: Peningkatan SDM (2001)
Pada tahun 2001, untuk meningkatkan SDM anggota dan produksi, dilakukan:
  • Pelatihan produksi (sablon, airbrush dan tato temporari)
  • Pelatihan komputer
  • Pelatihan Pers (media cetak dan elektronik/radio)
  • Kerjasama dengan radio

•Program umum V: Entertaiment (2004)
Produksi terus-menerus ternyata cukup membosankan, SFCM mencoba bidang lain sebagai sarana menghilangkan "sumpek" di tahun 2004, yaitu:
  • Kerja sama dengan Café sebagai wadah bermusik anggota (tanpa dibayar pun tidak masalah)
  • Kontrak dengan Sponsor sebagai home band di beberapa tempat (Café) yang mereka branding (akhirnya 3 band di kontrak)
  • Kerja sama dengan kampus-kampus untuk mengadakan event-events

•Program umum V: Perluasan Penjualan (2005)
SFCM mengambil kebijakan mencari tempat baru untuk peningkatan kehidupannya dengan melihat perkembangan:
  • Sekretariat
  • Jumlah anggota
  • Program produksi dan pelatihan
  • Program bermusik

Pada awal April 2005 SFCM pindah ke sebuah ruko berlantai 2, dengan titel tempat “Warslank Malang”. Di tempat ini dijalankan:
  • Sekretariat SFCM
  • Produksi dan Penjualan
  • Pelatihan
  • Café mini (warung lesehan)
  • Live musik

•Program umum V: Back to Ranakah dan Musyawarah Umum (2006)
Di ruko, walau bertahan hanya 1 tahun, ternyata banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya, antara lain:
  • Kejelasan sistem kontrak yang harus “hitam di atas putih” (tertulis)
  • Plotting skedul (proker) yang lebih baik
  • Pembagian yang baik tentang kerja dan hasilnya
  • Kesiapan pindah tempat apabila kontrak selesai
Dengan keadaan tersebut, SFCM memutuskan untuk kembali ke Sekretariat lama, Jl. Ranakah 12-14. Tahun 2006 ini adalah tahun "pembenahan kembali" SFCM.

.........................................................................................................................................

ORIENTASI ANGGOTA (ORTA)

Orientasi Anggota (Orta) mungkin lebih akrab dikenal dengan istilah Ospek. Orta sendiri telah beberapa kali diadakan dan masing-masing memiliki target:
  • Orta I (2001), Reformasi dan Regenerasi Pengurus
  • Orta II (2002), Peningkatan SDM dan Regenerasi Pengurus
  • Orta III (2003), Peningkatan Fisik, mental dan Regenerasi Pengurus
  • Orta IV (2004), Lebih luas mengenalkan SFCM ke masyarakat tentang program kerja dan produksinya

Read more...

SEJARAH

Wednesday, July 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 0 Responses


PERINTISAN


1995, Slank ke Malang dengan konser bertitel “Tour Emas”, membuat kota Malang bergetar! Apalagi Slank turut mengajak Imanez (almarhum) dan Oppie Andaresta, bahkan sempat konvoi keliling kota, Malang tambah bergelegar!

Jumpa fans pun digelar sebelum hari H. Banyak fans yang turun gunung, datang jauh-jauh dari pantai selatan Malang, seluruh penjuru Malang Raya. Tapi sayang, mereka tak semua bisa merasakan euforia “Jumpa Fans” itu. Cukup banyak yang sowan ke hotel, mereka sekedar ingin mengucap "selamat datang" ke Slank tetap saja tak bisa. Walau kecewa, mereka tetap nonton dengan perasaan puas (tetap ber-tiket lho...).

Bejo yang sempat “hilang” dari peredaran, khususnya dari peredaran Potlot, akhirnya bertemu kembali, reuni! Melihat hal tersebut sebelumnya, tercetus sebuah ide, sederhana saja, untuk membuat wadah yang juga sederhana, paguyuban Slank di Malang. Slank setuju, tapi belum diresmikan. Proses "merintis" pun dimulai...

Setiap Slank ke Malang, ada konser atau pun tidak, misalnya pada saat promo radio “Traxap”, band mayoritas wanita kecuali drumernya (Masto, adik Mas Bim), selalu diberikan laporan perkembangan dari proses perintisan tersebut. Saat itu bascamp masih sementara beralamat di Badut.

Saat ada waktu (pulang ke Jakarta), laporan perkembangan selalu kami sempatkan untuk disampaikan secara umum kepada Lulu Ratna (adik Gugun Gondrong) selaku Manager Slank saat itu, Masto (road manager), juga secara khusus kepada Mas Bimbim.

Kami yang suatu saat, kebetulan, sempat ber-“kaki lima” di Alun-alun kota Malang, saat belum dikejar-kejar Satpol PP, memanfaatkan waktu "merintis" tersebut untuk sosialisasi kepada lingkungan masyarakat pada umumnya dan komunitas slanker’s di Malang pada khususnya.

Kebetulan juga, saat itu kami sudah mengadakan jual beli dengan Pubi, berupa merchandise Slank asli, yaitu kaos dan poster. Asesoris itu pula yang secara langsung sangat membantu proses sosialisasi kami. Bersamaan dengan itu, penyebaran angket (questioner) pun kami dilakukan. Mencari pendapat, tentang "niat dibentuknya sebuah paguyuban slanker’s di Malang".

Saat kemudian sepakat, satu suara, musyawarah umum!


Hasilnya, tercetus:
  • Nama (Slank Fans Club Malang)
  • Alamat Sekretariat
  • Pengurus
  • KTA (Kartu Anggota)
  • Proker (program kerja jangka pendek)



PERESMIAN

Suatu waktu, terdengar kabar Slank akan manggung di Malang. rencananya, sekaligus meresmikan fans Club. Persiapan pun kami lakukan.

Mulai dari mencari dan memperkenalkan diri kepada EO dan pihak sponsor, hingga turut serta sebagai panitia, minimal sebagai ticket box.

Hari H semakin dekat, beberapa konfirm telah kami jalankan. Berapakali rapat tak lelah kami ikuti. Sepakat, kami membantu menyediakan kendaraan dan menurunkan 10 anggota khusus sebagai panitia yang akan mengawal Slank. Persiapan tempat peresmian juga telah kami lakukan, rencananya, di salah satu cafe di tengah kota. CS dan penanggung jawab cafe telah menyatakan positif.

Ternyata...
H-1, kepanitiaan kami dicabut tanpa sebab! Pagi hari, hari H, rencana peresmian digagalkan panitia juga tanpa sebab! Pada detik-detik terakhir jumpa fans, kami dilarang terlihat disekitar lokasi!

Apa hak mereka? Apa dasarnya, melarang, walau hanya sekedar fans, untuk bertemu di jumpa fans?! Apa arti jumpa fans?

Protes kami lakukan! Pada awalnya, kami sedikit menjauh dari lokasi jumpa fans, walau tetap memantau perkembangan itu sambil tetap berjualan, kaki lima! 10 orang, khusus tetap kami sebar, tanpa atribut!

Luas lokasi dan daya tampung yang memang tidak memungkinkan menampung banyak orang, jarak yang terlalu dekat dengan fans dan tak ada panitia yang mengawal pergerakkan Slank dari dalam ruang ke luar. Terjadi yang harus terjadi! Kaka marah! Bimbim marah! Slank marah! Bejo di cari!

Setelah masuk ke ruang utama cafe, Bejo hanya sebentar bertemu Luluk dan Masto. Tak sempat jelaskan yang terjadi, sedikit berbincang, tak jadi kami resmi, kami pulang dengan emosi tinggi! Menunggu di basecamp dengan emosi tinggi!

Malam sekitar pukul 8, Bejo akhirnya bertemu dengan Mas Bim-bim dan Ka2 di hotel tempat slank menginap. Dijelaskan yang harus dejelaskan! Dibuka apa yang harusnya terbuka! Mas Bim-bim naik pitam, mencari panitia! Tapi tak tampak apa yang dibicarakan.

Pulang, malam itu bascamp penuh dengan tanda tanya! Pagi datang, semakin berat rasa was-was! Tapi, saat datang kabar harus meluncur ke hotel, sedikit asa muncul! Sebentar saja, kabar peresmian semakin memacu adrenaline kami!

Akhirnya, setelah dua tahun merintis dan sempat pindah alamat, 9 Nopember 1997, SFCM diresmikan di sebuah hotel di Malang, dengan alamat sekretariat di Jl. Gambuta II Blok i No.4.

Bunda Iffet dan Om Sidharta juga hadir waktu itu, selain Slank. Bunda sebagai perwakilan Pubi (Pulau Biru) juga ikut menandatangani surat peresmian SFC Malang.



Thank's GOD...
Slank Fans Club Malang resmi berdiri!

Read more...

PERKEMBANGAN

Wednesday, July 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 0 Responses


Beberapa
point utama secara umum yang dapat dilihat dari program yang telah dilakukan dan merupakan perkembangan Slank Fans Club Malang (SFCM) adalah:

Harian:
  • Pendaftaran anggota
  • Produksi asesoris/kerajinan
  • Penjualan

Event/Insidental:
  • Regenerasi kepengurusan SFCM
  • Relokasi kesekretariatan SFCM
  • Membentuk dan restrukturisasi BP Jatim dan BP Malang
  • Pelatihan (peningkatan SDM)
  • Kegiatan entertaint


..................................................................

EVALUASI SFCM
(point dasar)


REGENERASI - KEPENGURUSAN
Sejak 1997, tak hanya sekali kami melakukan regenerasi, berkali-kali! Dua sistem pemilihan (suara terbanyak dan formatur tunggal) pun telah dilalui dan dilakukan, berkali-kali!

Suara terbanyak
Apapun visi dan misi (ideal) dijabarkan, ternyata siapa pun calon yang saat itu membawa pendukung terbanyak yang akan mendapat suara terbanyak pula dan akhirnya terpilih. Otomatis, calon lain yang mendapat sisa suara akan berada di bawah "garis komando"-nya. Misal; mulai dari wakil, sekretaris, bendahara dan lain sebagainya yang dibutuhkan.

Sistem "suara terbanyak" ini ternyata pada akhirnya tidak menjamin satu sama lain pengurus terpilih akan dapat bekerja sama dengan baik. Mulai dari tak ada jaminan bahwa sang ketua lebih memiliki kemampuan memimpin dibanding wakilnya, tak ada jaminan sekretaris dapat membuat administrasi dengan baik (bahkan mungkin tak dapat menggunakan komputer), tak ada jaminan bendahara dapat membuat neraca perhitungan dengan baik (hanya bermodal laporan sederhana tentang pengeluaran-pemasukan) dan turunan selanjutnya. Bahkan, historis "persaingan" saat pemilihan dulu, persoalan "sentimen" pribadi, ternyata masih membekas dan sangat mengganggu.

SDM yang kurang, sebagai sebuah jaminan harga diri "regenerasi" menutupi obyektifitas tujuan didirikannya organisasi ini.

Formatur Tunggal
Hanya satu orang dengan suara terbanyak yang berhak memilih dan membentuk siapa saja anggota "dewan"-nya. Idealnya, ia akan memilih siapapun yang memiliki SDM pada bidang-bidang yang dibutuhkan. Tak sekali, ia kemudian memilih berdasarkan kedekatan "kerabat". Tak salah juga, bila akhirnya dengan dasar "satu misi dan SDM itu dapat dikembangkan kemudian".

Selalu terjadi kemudian, "sentimen" negatif yang timbul dari anggota lain atau dari lawan politik sebelumnya, beredar dan bahkan akhirnya merusak kerja pengurus.

-------------------------
  • Tak hanya sekali regenerasi dilakukan. Juga, tak hanya sekali pada akhirnya berantakan. Lalu, kembali memulai dari "nol", kembali merangkak.
  • Yang penting telah lakukan "regenerasi", walau akhirnya bangkit dan kemudian jatuh lagi, mulai dari bawah lagi, berkali-kali! "Harga diri" itukah yang harus tetap dijalankan dan dipertahankan?
  • Bukan soal yang penting telah lakukan "regenerasi", juga bukan soal jumlah. Tetapi, sungguh tak mudah mencari SDM yang siap secara "moral" sebagai pemimpin dan pengurus yang berlatarbelakang pengertian akan sebuah "pengabdian".



PROGRAM KERJA
Program kerja dirancang, kemudian disosialisasikan. Program kerja menyangkut intern pengurus hingga anggota umum, sifatnya peningkatan SDM. Bila sebuah program membutuhkan orang banyak (event bersama), kepanitiaan dibentuk, program lalu dijalankan.

Tidak hanya sekali, untuk sebuah pertemuan, "rapat", pemberitahuan itu dilakukan langsung atau tidak langsung (via sms). Tak hanya sekali pula banyak yang tak dapat hadir tanpa konfirmasi. Saat diberi "hak bicara", lebih banyak yang diam. Saat usulan-usulan terucap, lebih banyak tanpa pertimbangan awal yang baik, bahkan mungkin, “yang penting bersuara”.

Entah mengapa, selalu saja kemudian jadi merasa "wah" lalu berkoar bila usulannya diterima atau "sakit hati" jika usulannya ditolak. Banyak yang lebih senang menjadi "pelaksana" lapangan atau bahkan hanya di “belakang layar”.

-------------------------
  • Sebuah program kerja sejatinya adalah untuk kepentingan bersama. Konsepsi bersama, hasil musyawarah bersama pula.
  • Bila sudah menjadi konsepsi, bukan lagi hanya milik seorang pencetus ide. Bila pada suatu kegiatan mungkin tetap harus ada yang mengkoordinir (panitia), tetap saja untuk kepentingan bersama.
  • Jangan hanya diam, jangan hanya memberi usul, jangan hanya bicara, jangan hanya pula berani di belakang layar. Terlibatlah dengan suatu tanggung jawab moral "mengabdi untuk generasi negeri"!



MODAL-PRODUKSI-KEGIATAN
Tak bisa di sangkal, modal merupakan masalah mendasar. Program uang kas yang pada awalnya berjalan baik, relatif murah, ternyata akhirnya juga "macet". Kegitan dan produksi jadi macet, bahkan "mandeg"!

-------------------------
  • Kas sebagai sebuah modal, seharusnya dapat dimengerti keberadaannya. Saat beberapa kali terucap pertanyaan tentang tak adanya produksi dan atau kegiatan, mengertikah bahwa modal sebagai salah satu sebabnya?



KTA-ANGGOTA
Hingga saat ini masih terjadi, anggota yang mendaftar hanya mengutamakan memiliki KTA. Pertanyaan yang biasanya terucap adalah, kapan Slank datang (kembali)? Dan, bisa atau tidak bertemu Slank? Setelah memiliki KTA, tak sedikit yang hilang entah kemana.

Rata-rata, waktu kemudian ada Slank, SFC akan sangat “ramai”, wajah-wajah baru semakin banyak dan wajah-wajah yang lama tak terlihat akan kembali muncul. Semua kembali akan hilang, sangat “sepi” saat tidak lagi ada Slank.

-------------------------
  • KTA bukan "barang" untuk dipamerkan. KTA bukan hanya identitas semata. Yang lebih penting adalah tanggung jawab besar dari para pemilik KTA untuk menjaga nama baik SFCM, Slank dan Slanker's serta mengerti akan tujuan keberadaan masing-masing.



EGO-KEPERCAYAAN
Anggota berasal dari latar belakang yang berbeda. Setiap individu anggota memiliki pribadi masing-masing. Sekian banyak anggota, sekian banyak isi pikiran di kepala, sekian banyak kemauan, sekian banyak "ego".

Di sisi lain, kepercayaan, merupakan hal yang tak kalah penting. Saat rasa percaya sudah ditanamkan, sekalipun dalam bentuk komitmen lisan, masih saja sering akhirnya "dikhianati" bahkan sampai "ditusuk dari belakang".

Lupa pada sejarah, lupa pada cerita pengalaman yang jadi "kerikil" tajam waktu lalu. Lupa pada komit awal, lupa pada arti persahabatan, lupa saat suka-duka berjuang bersama. Hingga akhirnya, kawan jadi lawan, bahkan selayaknya saudara berubah jadi musuh.

-------------------------
  • Slank Fans Club Malang, mencoba mewadahi semua itu dengan satu nilai dasar "Slank"! Dengan menyebarkan jargon, moto atau apapun nama istilahnya, arti dari "Slank is me, Slank kiss me, Slankisme" dan PLUR (peace, love, unity dan respect).
  • Dalam hati sekalipun, jangan lagi dengan "sombong" katakan "SFC Malang tak akan bisa seperti sekarang bila tak ada aku"!Sanggupkah tak lagi hanya manfaatkan nama besar "Slank Fans Club Malang"?
  • Sanggupkan tanamkan dalam hati atau bahkan katakan "Aku tak mungkin bisa seperti ini bila tak ada SFC Malang"?
  • Bukan hanya "basa basi" di mulut, tanamkan dalam hati yang terdalam, renungkan dan lakukan!



..................................................................

TARGET JANGKA PENDEK

Jangankan regenerasi, sangatlah tidak mudah mencari seorang "saudara", "sahabat" atau bahkan sekedar seorang "kawan".

Ternyata, sebaik apapun sebuah sistem demokrasi dilakukan saat regenerasi dan atau semuluk apapun program yang direncanakan, tak akan berhasil apabila "pola pikir" kita masih feodal! Usaha pendewasaan "pola pikir" itu sangat dibutuhkan. Harus ada “REFORMASI POLA PIKIR”!

Sudah saatnya, siapapun anggota, dapat memiliki pola pikir yang baik yang terpaku dalam kepalanya, sehingga diharapkan akan menumbuhkan kesadaran pada setiap sudut hati masing-masing anggota. Bila perlu dilahirkan kembali para "MILITAN" yang memiliki pola pikir tertata, “Kampungan yang punya sikap”!

Dengan keadaan saat ini yang dalam "keprihatinnan", yang penting masih "SURVIVE" menjadi pegangan. Walau hanya bermodal "sisa asa", semangat untuk hidup tetap membara dalam hati. Hal yang perlu digarisbawahi adalah:
  • SFC Malang bukan lagi tempat foto dan minta tanda tangan Slank
  • SFC Malang bukan lagi tempat hanya mengucapkan usulan (IDE) tanpa bukti pelaksanaan
  • SFC Malang sebagai tempat bertukar pikiran tentang segala hal, bahkan bukan hanya soal Slank
  • SFC Malang bukan lagi hanya tempat sekedar mengucapkan PLUR di mulut tetapi juga menjadi tempat maju bersama mewujudkan semboyan “sakral” itu
  • SFC Malang tak malu untuk mundur sebentar lalu kemudian bergerak maju

Untuk itu sudah perlu rasanya menjalankan "REFORMASI POLA PIKIR", yang menjadi target tahun 2009 ini.
Dengan langkah yang akan ditempuh:
  • Penataan kembali SFC Malang (underconstruction), baik kesekretariatan, anggota maupun pengurus
  • Pembuatan media publikasi yang dapat diakses dan dievaluasi orang banyak (forum publik)
  • Mengadakan diskusi-diskusi yang lebih serius
  • Proses regenerasi, mencetak “leadership
  • Penyusunan kembali program kerja (bila perlu, kembali ke program awal)

Read more...

Search:

------------------------------------------------------------------

Slank Fans Club Malang (SFCM)

Slank Fans Club Malang (SFCM)

--- Berdiri: 9 NOPEMBER 1997 ---

------------------------------------------------------------------
free counters