Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
"Ada rasa grogi bercampur gembira saat itu. Ini tugas pertama saya sebagai BP hotel, sebelumnya saya sudah pernah bertugas namun menjadi BP venue", ungkap Ojeb di venue. Sebuah cerita, sebuah pengalaman yang sayang bila tak dibagi...
Aku memulai usaha pekerjaanku ini berawal dari sebuah kerinduan. Memang pada awalnya aku sangat ragu kerena setiap hari di cekoki dengan kata-kata kamu tidak bisa melakukan pekerjaan ini, aku sangat malu dan selalu diremehkan.
21 Juli 2009 siang, setelah hampir 2 bulan bekerja di Semarang, tiba-tiba saja dia datang. Tak terlalu lama, sebentar saja, lalu terdengar sebuah kalimat terucap darinya, "Aku kembali!". Ya, Hamzah kembali ke Malang, "HAMZAH RETURN!".
"Aku ingin menggimbal Kaka Slank seperti dulu lagi," kata Samsul, anggota Slank Fans Club Malang (SFCM) yang gimbal ini, mengungkapkan sebuah harapan besarnya.
"Hidup adalah pilihan", itu kata pembuka Bejo tentang narkoba pada sebuah seminar yang diadakan GERMAN, salah satu UKM UM (IKIP) Malang. Seminar nasional tanggal 27 Juni 2009 itu untuk memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional).
EKO, lelaki bujangan berperawakan sedikit lebih besar dibanding anggota SFCM yang lain, setiap hari beraktifitas dari pagi buta hingga sore menjelang, sebelum subuh terdengar hingga saat adzan magrib datang.
Lilis, seorang anggota SFCM yang sangat beruntung dibanding yang lain. Bagaimana tidak, sudah dua kali Kaka memintanya naik ke atas panggung untuk berjoget dan bernyanyi tepat di samping Slank.
Puji, lelaki lajang asli kelahiran Tumpang, Malang. Ia tak asing lagi dengan Bromo dan Semeru, semua sudah ia jelajahi. Tak salah bila anda yang ingin mencicipi dua gunung terkenal itu, dapat menghubungi dirinya.

Happy b'day!

Selain Ridho Slank pada tanggal 3 September, ada beberapa anggota Slank Fans Club Malang (SFCM) yang juga beruntung merayakan B'day-nya pada bulan September ini, yaitu Handoyo (12), Dimas (12) dan Punk_at (29).

Bismillahhirrohmannirrohim...

17 Agustus 2009, dengan ini dinyatakan bahwa BLOG ini adalah website RESMI dari Slank Fans Club Malang (SFCM). Bersama ini pula dinyatakan bahwa kami RESMI MENGUDARA! MERDEKA!

Minal aidzin wal faidzin...

Atas nama Slank Fans Club Malang (SFCM), kami menghaturkan "Minal aidin wal faidzin...mohon maaf lahir dan batin" yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya, atas salah kata, ucap dan sikap yang telah dilakukan.

RETURN!

HAMZAH
21 Juli 2009 siang, setelah hampir 2 bulan bekerja di Semarang, tiba-tiba saja dia datang. Tak terlalu lama, sebentar saja, lalu terdengar sebuah kalimat terucap darinya, "Aku kembali!". Ya, Hamzah kembali ke Malang, "HAMZAH RETURN!".

25 Tahun...

OJEB
"Ada rasa grogi bercampur gembira saat itu. Ini tugas pertama saya sebagai BP hotel, sebelumnya saya sudah pernah bertugas namun menjadi BP venue", ungkap Ojeb di venue. Sebuah cerita, sebuah pengalaman yang sayang bila tak dibagi...

My everyday...

EKO
EKO, lelaki bujangan berperawakan sedikit lebih besar dibanding anggota SFCM yang lain, setiap hari beraktifitas dari pagi buta hingga sore menjelang, sebelum subuh terdengar hingga saat adzan magrib datang.

My enemy?

BEJO
"Hidup adalah pilihan", itu kata pembuka Bejo tentang narkoba pada sebuah seminar yang diadakan GERMAN, salah satu UKM UM (IKIP) Malang. Seminar nasional tanggal 27 Juni 2009 itu untuk memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional).

2 kali naik

LILIS
"Lilis, seorang anggota SFCM yang sangat beruntung dibanding yang lain. Bagaimana tidak, sudah dua kali Kaka memintanya naik ke atas panggung, berjoget dan bernyanyi tepat disamping Slank.

Semeru

PUJI
Puji, lelaki lajang asli kelahiran Tumpang, Malang. Ia tak asing lagi dengan Bromo dan Semeru, semua sudah ia jelajahi. Tak salah bila anda yang ingin mencicipi dua gunung terkenal itu, dapat menghubungi dirinya.

Hamzah return!

Saturday, August 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 0 Responses
Pada suatu waktu, siang menjelang sore, tiba-tiba saja sebuah kepala menyembul dari balik gerbang biru...

"Hoiiiiiiiii.........", suara itu sangat tidak asing ditelinga. "Hamzah Return", itu yang terpaku dalam kepala saat belum lagi terucap tanya.

Tak lama, hanya sebentar saja, sepaket "wingko babat" sebagai buah tangannya sudah terbuka dan berlomba masuk dalam mulut kami. Tak lama, hanya sebentar saja, setelah kopi panas juga tersaji, cerita-cerita lalu meluncur deras dari mulut Hamzah...

......................................

SEMARANG

23 Mei 2009, walau dengan berat melepas keanggotaan Slank Fans Club Malang (SFCM) dan BP Malang, ia berangkat ke Semarang dengan tekad dan niat baik.

Ia diserahkan kepercayaan oleh si bos, bukan tak dengan sepenuh hati, jalankan kepercayaan mengelola kantin di depan sebuah universitas swasta di salah satu sudut Semarang.

Mulai dari membeli bahan baku, membuka, membersihkan, menyiapkan, memasak hingga menghantarkan pesanan pada pembeli, Hamzah lakukan. Walau hanya memiliki seorang pekerja, ia berusaha mengerjakan semua dengan baik.

Tradisi di Malang ia coba jalankan di Semarang. Kantin dibuka mulai pagi hingga jam 9 malam, kopi dan makanan ringan selalu tersedia, hingga musik dengan lagu-lagu Slank. Tapi, ternyata tradisi itu tak sesuai, pelanggan lebih banyak pesan, bungkus lalu pulang. Tradisi "nyangkruk" atau "nongkrong" tak biasa di sana. Akhirnya, kira-kira pada minggu ketiga, kantin hanya dibuka hingga jam 5 sore.

Waktu semakin banyak buat Hamzah. Setelah adzan magrib lewat, ia habiskan waktu dengan lebih banyak mencari kesibukan di luar, mencari kawan. Tapi setelah sekian lama, tak juga ada. Tak juga ia temui kawan menjadi sahabat, tak juga ia dapati tempat sekedar bercerita atau bahkan curhat. Lingkungan sekitar tak menunjang, teman baru kenal yang selalu menawarkan dan mengajak "minum" serta "emosi" tinggi bila alkohol sudah bereaksi, merupakan tantangan buatnya. Belum lagi suhu udara yang panas, menambah kuat niat, membuat ia mengambil keputusan untuk kembali ke Malang.

Sebuah kantin di Semarang yang menjadi tanggung jawabnya harus dengan berat hati ia tinggalkan...

Setelah sekitar dua bulan berlalu, saat kereta Matarmaja menghantarkannya kembali, suatu saat di siang hari, tanah Malang ia injak kembali. Pulang ke rumah dengan hati senang, bos kantinnya yang lama di sebuah universitas swasta di bilangan Landungsari, ia kabarkan. Tentu saja si bos berbunga hatinya, walau ingin rasanya sebentar saja dulu Hamzah istirahatkan raganya, langsung harus kembali kerja ia di esok hari. Ya, kembali Hamzah di kehidupannya.

......................................

Saat harus kembali pulang, saat malam semakin larut datang di Ranakah 12-14, seragam BP Malang dan keanggotaan Slank Fans Club Malang (SFCM) kembali ia sandang.

Suasana dan tradisi, mungkin merupakan sebuah tantangan untuk siapa saja. Bagaimana kita akhirnya dapat bertahan di mana saja, pada suasana dan tradisi seperti apa saja. Tapi nurani juga punya jalan sendiri, kata hati punya hak untuk tetapkan...

Sebaik apapun di negeri orang, sekurang apapun di tanah sendiri...suasana dan rumah sendiri, selebih dan sekurang apapun, adalah hal yang sangat berarti.

Apa kabar Malang? Aku kembali, "Hamzah Return"...
home sweet home...

Hamzah

Read more...

My Self, My Parents, My Drugs...Which One Is My Enemy?

Saturday, August 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 1 Response


Seminar memperingati "Hari Anti Narkoba Internasional"
Malang 27 Juni 2009


Suatu saat di bulan Mei 2009, Yuli dan Putu, mahasiswi dari Universitas Negeri Malang (UM) datang mengunjungi SFCM. Sebuah niat terungkap untuk mengundang Slank sebagai narasumber dalam program kegiatan GERMAN (Gerakan Mahasisiwa Anti Napza), UKM mereka. Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) menjadi latar belakang program itu.

Pertanyaan dasar yang muncul saat itu, bagaimana caranya?

Sebagai SFC, tentunya kami bertanggung jawab untuk memberikan pertimbangan dan bantuan atas pertanyaan tersebut. Kami kemudian menghubungi Bunda Iffet di Jakarta.

Di suatu waktu lain, ada informasi bahwa Slank berhalangan. Bunda Iffet dan Dr. Aisyah sebagai satu tim jadi alternatif pilihan kedua. Pada dasarnya, pihak Jakarta memberikan respon yang sangat positif, tetapi karena bersamaan dengan pelaksaan sebuah event HANI di Jakarta, Bunda dan timnya juga berhalangan datang.

Yuli dan Putu kemudian mengusulkan dan mengajukan Bejo sebagai narasumber yang akan memberikan sebuah "testimoni", sebagai pilihan akhir. Walau pada awalnya ada sedikit ragu, pilihan itu kemudian ditanggapi dan diterima Bejo dengan sangat positif.

..................

Pada tanggal 27Juni 2009, Seminar Nasional dengan tema "My Self, My Parents, My Drugs...Which One Is My Enemy?" itu dijalankan. Mulai persiapan pada jam 06:00 pagi dan administrasi peserta, akhirnya acara dibuka pada 08:00 dengan penjelasan tentang "Profil German".

Acara kemudian dilanjutkan berturut-turut dengan sambutan, hiburan (tari), penjelasan materi dari BNP (Badan Narkotika Propinsi), Komas, HIMPSI dan tanya jawab. BNN memaparkan materi seputar undang-undang penyalahgunaan narkoba, contoh kasus, perkembangan peredaran narkoba serta langkah-langkah yang telah diambil BNN. Dari pihak Komnas, dipaparkan tentang perkembangan psikologi anak yang berhubungan dengan pola asuh, peran dan pengaruh orang tua.

..................

OPPENING


Setelah istirahat makan siang, sebuah drama membuka kembali acara.

Diceritakan di sini tentang seorang anak broken home yang kemudian keluar rumah mencari pelarian. Sangat disayangkan, pergaulan negatif membuatnya salah jalan, seiring narkoba membuat hidupnya jadi tambah sengsara. Dan, kematian menjadi akhirnya.


Sebagai puncak acara, seminar dilanjutkan dengan testimoni dengan kisi-kisi materinya adalah seputar penyebab, dampak atau akibat serta langkah yang diambil agar terlepas dari narkoba.

Menurut beberapa peserta dan panitia, acara sebelumnya berjalan dengan sangat formal, jadi diharapkan testimoni, walau lebih berat bobotnya, dapat berjalan dengan santai dan sedikit menghibur. Tapi, dengan berlatar belakang sebuah film pendek pada medium screen, Bejo yang sedikit gemetar karena sugestinya kembali ke masa lalu, membuka testimoni dengan menarik nafas panjang, menyebar "rasa ngeri"!

Diceritakan apa saja yang dirasakan oleh pelaku yang sedang "sakaw". Mulai dari keringat mengucur deras, perasaan gelisah, mimpi-mimpi buruk yang datang bertubi, emosi yang tinggi dan seluruh persendian yang bukan main sakitnya, hingga ujung-ujung kuku yang seakan ingin terlepas satu-persatu. Pada film tahun 1974 milik Polresta Malang yang berdurasi sekitar 04:25 menit itu, perlu ditegaskan di sini bahwa para pelakunya telah meninggal dunia.


Wajah para peserta seminar terpaku dan tak sedikit yang sebentar memejamkan matanya. Semoga pada setiap isi kepala mereka dengan kebebasan berangan-angan yang merupakan hak asasi yang paling hakiki, masing-masing dapat membayangkan seperti apa sakitnya...

..................

PENYEBAB

"Hidup adalah pilihan"...
Itu kalimat pertama yang diucapkan Bejo setelah duduk kembali. Kita memilih baju apa yang kita kenakan hari ini, berjilbab atau tidak, merias wajah atau tidak, parfum apa yang kita sebarkan, apa yang melindungi telapak kaki, dengan apa kita menuju acara seminar dan dimana kita akan memilih untuk duduk. Tentunya, kita memilih berdasarkan hak asasi masing-masing.

Begitu pula dengan hidup di sebuah lingkungan bernama keluarga. Bagaimana kita hidup bersama bapak, ibu, kakak atau adik, atau saudara sedarah. Bagaimana kita hidup di antara tetangga dan kerabat. Bagaimana kita memilih sekolah atau kuliah. Siapa yang kita pilih sebagai teman, kawan dan sahabat. Semua itu akhirnya kembali ke pribadi masing-masing. Hak asasi yang paling hakiki.

Begitu pula dengan "Narkoba"...

Kata orang banyak, tak salah bila kita memilih narkoba karena alasan persoalan keluarga, "broken home". Tapi maaf, jujur, alasan itu lebih sering hanya sebatas sebuah "pembenaran" karena sebuah sebab yang bernama "pelarian".

Lalu, kalau berdasarkan "broken home", sebagai protes atas keadaan, kenapa kita tidak memilih memukul tembok? Mendobrak pintu? Berteriak bebas? Merampok? Membunuh orang? Atau bahkan bunuh diri?

Kenapa harus memilih mencicipi narkoba? Dan, akan salah besar jika kemudian sangat tergantung pada narkoba.

Sementara itu, bila tak ada pengawasan dari orang tua dan lingkungan yang tak perduli, atau bahkan didukung oleh adanya teman yang menurut kita senasib, sebenarnya kita malah sungguh merasa sangat bebas, merdeka! Kita bebas memilih hidup seperti apa yang ingin kita buat.

Apakah tidak tidur semalaman atau bangun siang bahkan tidur seharian sekalipun. Mau makan apa atau bahkan tak makan sekalipun. Itu yang kita inginkan, bebas, tanpa ada yang mengatur harus begini atau begitu. Hidup tanpa narkoba sekali pun, itu pilihan kita.

Kenapa tak ada yang berani mengakui dirinya terlibat kerena memang pilihannya sendiri? Kenapa tak ada yang berani mengakui bahwa pada awalnya mungkin memang enak? Kenapa tak ada yang berani jujur, bahwa penyebab terlibat dalam dunia narkoba, ketergantungan pada narkoba merupakan pilihan diri kita sendiri? Kenapa harus beralasan dan menyalahkan keluarga, orang lain dan lingkungan? Maaf, sangat omong kosong! Apapun alasannya, nilai "pembenaran" pribadi sangat sering merupakan usaha untuk menyembunyikan "ketidakjujuran" itu sendiri.

Kita mencicipi narkoba atau bahkan terlibat dan lebih jauh tenggelam dalam dunia narkoba, adalah pilihan kita sendiri!


DAMPAK atau AKIBAT

Fisik
•Berat badan menjadi turun drastis
•Kulit wajah pucat
•Mata merah, cekung menghitam
•Bekas suntikan (bila menggunakan narkoba dengan media jarum suntik)

Emosi
•Perasaan tak menentu (labil), resah atau sering cemas
•Menjadi labil (lebih sensitif, mudah tersinggung bahkan cepat curiga)

Sosial
•Terbatas dalam beradaptasi karena lebih menikmati kesendirian
•Sering emosi tinggi hingga bersengketa dengan orang lain
•Segala pekerjaan menjadi berantakan

Perilaku
•Malas beraktifitas
•Sering tergesa-gesa
•Menjadi pelupa
•Suka dan menjadi pandai berbohong
•Sering menjual, menggadai barang bahkan mencuri untuk mendapatkan uang
•Menjadi ingkar janji

Pola pikir
•Selalu saja berpikir tentang bagaimana mendapatkan narkoba
•Sering membuat "pembenaran" atas hal apa saja


LANGKAH UNTUK TERLEPAS DARI NARKOBA
"Hidup adalah pilihan"...

Suatu waktu, saat stok narkoba tak ada lagi, saat tak ada kawan yang perduli, saat hanya sendiri, saat berjalan mencari narkoba lagi, saat "barang" sudah di genggaman tangan, hati jadi was-was. Pertanyaan yang akan selalu datang menghantui, "tertangkap" atau "tidak"?

Suatu waktu, saat stok narkoba tak ada lagi, saat tak ada kawan yang perduli, saat hanya sendiri, saat tak mampu lagi berdiri, dua pikiran yang datang menghantui, "terpaksa menikmati menderita" atau "mati"! Mungkin, sesekali terucap janji dalam hati, bahwa akan tinggalkan narkoba bila derita ini sudah berakhir, bila tak sampai nyawa melayang.

Suatu waktu, saat sudah sadarkan diri, saat kawan menjadi perduli, saat keluarga mungkin mencari solusi, beranikah berjanji dalam hati dan melakukannya, bahwa tak akan lagi mencuri waktu dan tempat untuk memakai narkoba.

Perasaan-perasaan, obsesi tersebut selalu menempel di kepala, sampai sekarang sekalipun. Lalu apa yang bisa kita perbuat?

Beberapa langkah yang diambil Bejo pada dasarnya adalah mencari kegiatan, membuat diri kita sibuk dengan hal-hal lain yang tentunya positif! Bahkan walau sudah cukup lama terlepas dari narkoba, sampai saat ini, selalu saja orang yang melihatnya tetap pada pendirian mereka bahwa Bejo masih menggunakan narkoba. Tahukah mereka, bahwa untuk terlepas dari narkoba, kegiatan yang dilakukan Bejo bahkan hingga berhari-hari tak tidur? Jadi, tak salah bila akhirnya tetap saja matanya cekung menghitam!

Cinta, adalah salah satu cara lain agar tak kembali pada dunia narkoba. Mencari teman, kawan dan sahabat, bahkan kekasih untuk sekedar sebagai tempat bertukar pikiran, curhat atau bahkan ke jalan yang lebih serius, menikah. Kita akhirnya memiliki sebuah tanggung jawab pada diri sendiri, orang lain bahkan pada lingkungan kita.

Terus atau stop pakai narkoba? Hanya diri sendiri yang bisa menjawab. Hanya diri sendiri yang bisa memutuskan.

..................

CLOSSING

"Hidup adalah pilihan"...

Kalau dulu sempat salah memilih jalan hidup, tak akan mungkin itu dilupakan. Sampai saat ini, masih dapat dirasa sakitnya. Dan, sampai kapan pun, bayangan saat "menderita" itu tak akan bisa hilang. Biarlah itu menjadi pengalaman yang berharga. Biarlah itu menjadi resiko hidup yang akan dibawa sampai akhir. Tapi hal yang utama, tetap bersyukur tak terkena HIV/AIDS dan sampai detik ini masih bisa merasakan indahnya hidup.

Saat harus memilih, "My Self, My Parents, My Drugs...Which One Is My Enemy?", dapat dipastikan Bejo memilih "My own self which is my enemy"!

Hidup itu pendek, jangan lagi diperpendek...

So, jauhi narkoba, stop narkoba! Beranikan diri bilang tidak pada narkoba!


















Ucapan terimakasih Bejo yang sebesar-besarnya kepada:
Yuli, Putu, dan kawan-kawan di GERMAN UM, yang telah memberikan kesempatan untuk berbagi cerita sehingga paling tidak dapat meringankan beban dalam kepala. Sasha, istri tercinta dan Tante Piet, yang mengerti tentang keadaanku, selalu menemaniku dan menjagaku. Slank (Mas Bim2, Ridho, Ka2, Abdee, Ivanka), Bunda dan Tim, yang walau jauh berbatas jarak, selalu memberi semangat dan masukan positif. Slanker's Malang dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

"Hidup adalah pilihan"... Terimakasih telah memilih untuk tetap mempercayaiku

Bejo


Read more...

Produksi (Airbrush)

Saturday, August 01, 2009 Reporter: Bejo Sandy / DZ Sandyarto 0 Responses
PROSES PRODUKSI

Saat ini produksi di Slank Fans Club Malang (SFCM) lebih banyak menggunakan sistem airbrush. Mulai dari kaos, tas karung, bendera dan korek api. Pada dasarnya yang perlu menjadi perhatian pada proses produksi dengan sistem ini adalah:


Pembuatan Media
(tas karung, bendera dan korek api)

Untuk kaos, bahannya sudah jadi (bisanya beli jadi) dengan berbagai ukuran (s, m, l, xl, xxl).

Proses pembuatan bahan bendera juga relatif mudah, hanya melewati proses pemotongan bahan dan penjahitan yang disesuaikan dengan ukuran pemesanan.

Korek api juga, lebih pada membuat batas bidang yang akan digambar (airbrush). Cara mudahnya menggunakan isolasi.

Khusus untuk tas karung, media yang harus disiapkan lebih rumit. Mulai proses pembersihan media karung, pemotongan hingga proses penjahitan sesuai model.

Yang perlu dihindari adalah terjadinya salah potong, tentunya hasil tidak akan maksimal karena sisa yang tak terpakai. Begitu pula dalam proses menjahit, walau sudah menggunakan mesin, lipatan-lipatan dan sambungan yang tebal membuat proses ini membutuhkan perhatian lebih. Biasanya digunakan jarum berukuran besar (18 atau 21).


Pembuatan "MAL"

Mal, merupakan hal utama dalam proses airbrush. Baik buruknya hasil sangat ditentukan oleh pembuatan mal.

Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama, butuh kesabaran dan ke-"telaten"-an.

Misalnya, untuk membuat mal 15 cover album slank berukuran A4, dibutuhkan waktu 3 bulan.


Bahan mal dapat dibuat dari kertas atau plastik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Alat potong (cutter), posisi dan alas memotong juga sangat mempengaruhi kualitas mal.


Penggambaran

Proses airbrush melalui beberapa tingkatan, yaitu; warna dasar, gambar utama dan finishing.

Biasanya warna dasar yang digunakan adalah putih. Gambar utama sendiri, biasanya juga melalui beberapa tingkatan. Kita harus bisa menentukan mana yang sebaiknya didahulukan untuk digarap dan mana yang sebaiknya akan digarap kemudian.


Pada proses ini, ternyata nilai "seni" tidak menjadi syarat mutlak bahwa seseorang dapat atau tidak melakukan airbrush, semua itu dapat dipelajari.

Hanya saja bahwa pengetahuan dan penguasaan suatu nilai "seni" membuat hasil menjadi lebih hidup.





Dalam kesempatan lain akan dijelaskan tentang dasar-dasar airbrush.
..

Read more...

Search:

------------------------------------------------------------------

Slank Fans Club Malang (SFCM)

Slank Fans Club Malang (SFCM)

--- Berdiri: 9 NOPEMBER 1997 ---

------------------------------------------------------------------
free counters